Loading ...
Resonansi – suara yang lahir dari penderitaan.
by PENSILKERTAS COMMUNITY
Judul : Resonansi – suara yang lahir dari penderitaan.
media : bolpen warna diatas kertas
deskripsi :
Karya ini menghadirkan figur grotesk yang menyerupai makhluk skeletal dengan tubuh terfragmentasi, digantung seperti boneka marionet. Dari tubuhnya yang berdarah dan rapuh, menjuntai potongan-potongan organik yang terikat pada senar, seakan menjadi simbol keterjebakan dan penderitaan. Ekspresi wajahnya penuh murka dan misteri, diperkuat dengan rambut panjang hitam yang kontras dengan warna pucat tulang belulang.
Di latar belakang, awan merah keunguan membentuk atmosfer mencekam, seolah berada di dunia antara hidup dan mati. Figur utama tampak memainkan gitar listrik hitam dengan tangan yang tinggal tulang dan daging, menyuarakan musik sebagai medium perlawanan, kebebasan, sekaligus penderitaan.
Penggunaan bolpen warna di atas kertas memberi detail tajam pada tekstur darah, tulang, dan gitar, sekaligus menambah intensitas nuansa horor dan surreal. Karya ini bisa dimaknai sebagai alegori tentang keterikatan, kontrol, dan bagaimana musik menjadi medium ekspresi di tengah keterpurukan.
Published: Oct 02, 2025
Judul : Resonansi – suara yang lahir dari penderitaan.
media : bolpen warna diatas kertas
deskripsi :
Karya ini menghadirkan figur grotesk yang menyerupai makhluk skeletal dengan tubuh terfragmentasi, digantung seperti boneka marionet. Dari tubuhnya yang berdarah dan rapuh, menjuntai potongan-potongan organik yang terikat pada senar, seakan menjadi simbol keterjebakan dan penderitaan. Ekspresi wajahnya penuh murka dan misteri, diperkuat dengan rambut panjang hitam yang kontras dengan warna pucat tulang belulang.
Di latar belakang, awan merah keunguan membentuk atmosfer mencekam, seolah berada di dunia antara hidup dan mati. Figur utama tampak memainkan gitar listrik hitam dengan tangan yang tinggal tulang dan daging, menyuarakan musik sebagai medium perlawanan, kebebasan, sekaligus penderitaan.
Penggunaan bolpen warna di atas kertas memberi detail tajam pada tekstur darah, tulang, dan gitar, sekaligus menambah intensitas nuansa horor dan surreal. Karya ini bisa dimaknai sebagai alegori tentang keterikatan, kontrol, dan bagaimana musik menjadi medium ekspresi di tengah keterpurukan.
Instagram: naktulika (member of pensilkertas community )
Comments (0)
You must be logged in to comment.
More by PENSILKERTAS COMMUNITY
See All
Delete Post
Are you sure you want to delete this post?