HIGHLIGHT GALLERY
PLAYLIST BAND LIST & GENRES
POP UP GALLERY PHOTOGRAPHY VIDEOGRAPHY
SPOTLIGHT ROCKA ROOKIE
TERMS AND CONDITIONS PRIVACY POLICY HOW TO FAQ CONTACT US PASSPORT
PASSPORT LOGIN
HIGHLIGHT GALLERY
BAND LIST & GENRES PLAYLIST
POP UP GALLERY PHOTOGRAPHY VIDEOGRAPHY
SPOTLIGHT ROCKA ROOKIE
TERMS AND CONDITIONS PRIVACY POLICY HOW TO FAQ CONTACT US
Loading ...

POP UP GALLERY

Resonansi – suara yang lahir dari penderitaan.

/ ART / POP UP GALLERY / Resonansi – suara yang lahir dari penderitaan.
PENSILKERTAS COMMUNITY
Resonansi – suara yang lahir dari penderitaan.
by PENSILKERTAS COMMUNITY
Resonansi – suara yang lahir dari penderitaan.
Judul : Resonansi – suara yang lahir dari penderitaan. media : bolpen warna diatas kertas deskripsi : Karya ini menghadirkan figur grotesk yang menyerupai makhluk skeletal dengan tubuh terfragmentasi, digantung seperti boneka marionet. Dari tubuhnya yang berdarah dan rapuh, menjuntai potongan-potongan organik yang terikat pada senar, seakan menjadi simbol keterjebakan dan penderitaan. Ekspresi wajahnya penuh murka dan misteri, diperkuat dengan rambut panjang hitam yang kontras dengan warna pucat tulang belulang. Di latar belakang, awan merah keunguan membentuk atmosfer mencekam, seolah berada di dunia antara hidup dan mati. Figur utama tampak memainkan gitar listrik hitam dengan tangan yang tinggal tulang dan daging, menyuarakan musik sebagai medium perlawanan, kebebasan, sekaligus penderitaan. Penggunaan bolpen warna di atas kertas memberi detail tajam pada tekstur darah, tulang, dan gitar, sekaligus menambah intensitas nuansa horor dan surreal. Karya ini bisa dimaknai sebagai alegori tentang keterikatan, kontrol, dan bagaimana musik menjadi medium ekspresi di tengah keterpurukan.
Published: Oct 02, 2025
Share to:
Facebook Twitter Linkedin
PENSILKERTAS COMMUNITY
PENSILKERTAS
by PENSILKERTAS COMMUNITY
Judul : Resonansi – suara yang lahir dari penderitaan. media : bolpen warna diatas kertas deskripsi : Karya ini menghadirkan figur grotesk yang menyerupai makhluk skeletal dengan tubuh terfragmentasi, digantung seperti boneka marionet. Dari tubuhnya yang berdarah dan rapuh, menjuntai potongan-potongan organik yang terikat pada senar, seakan menjadi simbol keterjebakan dan penderitaan. Ekspresi wajahnya penuh murka dan misteri, diperkuat dengan rambut panjang hitam yang kontras dengan warna pucat tulang belulang. Di latar belakang, awan merah keunguan membentuk atmosfer mencekam, seolah berada di dunia antara hidup dan mati. Figur utama tampak memainkan gitar listrik hitam dengan tangan yang tinggal tulang dan daging, menyuarakan musik sebagai medium perlawanan, kebebasan, sekaligus penderitaan. Penggunaan bolpen warna di atas kertas memberi detail tajam pada tekstur darah, tulang, dan gitar, sekaligus menambah intensitas nuansa horor dan surreal. Karya ini bisa dimaknai sebagai alegori tentang keterikatan, kontrol, dan bagaimana musik menjadi medium ekspresi di tengah keterpurukan.
Instagram: naktulika (member of pensilkertas community )

Comments (0)

You must be logged in to comment.
More by PENSILKERTAS COMMUNITY
See All
Litani Sunyi - Raga yang Terurai Tangkurak Cepot Cyborg
Terms and Conditions Privacy Policy How To Contact Us
COPYRIGHT 2025 All rights reserved
COPYRIGHT 2025 All rights reserved

Delete Post

Are you sure you want to delete this post?

KICK MUSIC ART DCDC +
Band Photo
Song Title
0:00 0:00
play
pause
KICK MUSIC ART DCDC +