Loading ...
Ruang Terbatas
by Inayah Fauziah
Karya ini lahir dari proses perenungan pribadi tentang ruang batin manusia yang sering kali terasa sempit, meskipun dunia di luar tampak luas. Ruang Terbatas merepresentasikan momen ketika seseorang berhadapan dengan dirinya sendiri—dengan rasa cemas, sunyi, dan kesadaran akan batas-batas yang diciptakan oleh pikiran dan perasaan.
Melalui figur perempuan yang tertunduk dalam dominasi warna biru, saya ingin menggambarkan suasana introspektif yang melankolis, namun tetap menyimpan cahaya lembut sebagai simbol harapan dan penerimaan. Warna biru saya pilih karena mampu memantulkan kedalaman emosi: antara ketenangan dan kesedihan, antara jarak dan kedekatan.
Karya ini bukan sekadar potret kesedihan, melainkan refleksi tentang bagaimana manusia berupaya menemukan ruang aman di tengah keterbatasan—baik dari lingkungan, waktu, maupun dirinya sendiri. Dalam Ruang Terbatas, saya mencoba menghadirkan keheningan sebagai bahasa visual yang mengundang penonton untuk ikut berhenti sejenak dan merasakan ruang batinnya sendiri.
Published: Oct 11, 2025
Karya ini lahir dari proses perenungan pribadi tentang ruang batin manusia yang sering kali terasa sempit, meskipun dunia di luar tampak luas. Ruang Terbatas merepresentasikan momen ketika seseorang berhadapan dengan dirinya sendiri—dengan rasa cemas, sunyi, dan kesadaran akan batas-batas yang diciptakan oleh pikiran dan perasaan.
Melalui figur perempuan yang tertunduk dalam dominasi warna biru, saya ingin menggambarkan suasana introspektif yang melankolis, namun tetap menyimpan cahaya lembut sebagai simbol harapan dan penerimaan. Warna biru saya pilih karena mampu memantulkan kedalaman emosi: antara ketenangan dan kesedihan, antara jarak dan kedekatan.
Karya ini bukan sekadar potret kesedihan, melainkan refleksi tentang bagaimana manusia berupaya menemukan ruang aman di tengah keterbatasan—baik dari lingkungan, waktu, maupun dirinya sendiri. Dalam Ruang Terbatas, saya mencoba menghadirkan keheningan sebagai bahasa visual yang mengundang penonton untuk ikut berhenti sejenak dan merasakan ruang batinnya sendiri.
Instagram: inayahfauzii
Comments (0)
You must be logged in to comment.
More by Inayah Fauziah
See All
Delete Post
Are you sure you want to delete this post?