Sumber foto : Diambil dari siaran pers Gaduh

Salah satu track penting dalam Supernova adalah "Gaza Menyala", lagu ini tidak hanya merekam keadaan zaman, tetapi juga menjadi harapan dan aksi nyata

Lebih dari sekedar kumpulan lagu dalam satu rangkaian utuh, sekeping album mewadahi berbagai ide, pemikiran dan kreasi musik para musisi dengan daya pikat tersendiri. Album baru berjudul Supernova dari Gaduh, yang menghadirkan 10 nomor lagu di dalamnya, merangkum beragam perspektif dalam merespon pernak-pernik dinamika kehidupan.

Gaduh yang dihuni oleh formasi trio, Wijaya Kusuma (vokal dan gitar), Choirul Anwar ‘Ilunk’ (bass, backing vocal) dan Bonny Anggawijaya (drums, synth), memulai proses pengerjaan album perdana Supernova pada Mei hingga November 2024. Diproduseri langsung oleh Choirul Anwar "Ilunk", album ini direkam, di-mixing dan mastering oleh Opus di Studio Nirwanaland, Bogor.

Setiap lagu dalam album ini menyuguhkan warna musik yang beragam dan atmosfer yang berbeda, memberikan pendengar pengalaman yang tidak monoton. Secara keseluruhan, Supernova mengusung pengaruh musik alternatif sebagai benang merahnya. Dengan sound gitar yang terdengar berat, album ini mencampurkan berbagai elemen musik seperti post-hardcore, groove metal, shoegaze, dan brit-rock.

Salah satu track penting dalam Supernova adalah "Gaza Menyala", yang menjadi pernyataan tegas tentang solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina. Lagu ini tidak hanya merekam keadaan zaman, tetapi juga menjadi harapan dan aksi nyata. “Kami ingin suara kami didengar dan aksi kami berdampak,” ujar Wijaya Kusuma (vokal dan gitar). “Melalui ‘Gaza Menyala’, kami berharap dapat menyuarakan keprihatinan kami terhadap situasi di Gaza dan menginspirasi orang lain untuk turut serta dalam perjuangan kemanusiaan ini.”

Gaduh juga memiliki rencana untuk menginterpretasikan “Gaza Menyala” dalam wujud visual dengan format video musik. Selain itu, band ini juga akan memproduksi merchandise resmi dengan tujuan untuk menggalang dana bagi rakyat Palestina. “Seluruh keuntungan dari penjualan merchandise akan kami donasikan untuk organisasi kemanusiaan yang peduli terhadap Palestina,” tegas Bonny Anggawijaya (drums, synth).

Kembali berbicara tentang album perdana Supernova. Judul album ini diambil dari salah satu lagu Gaduh yang pertama ditulis dan direkam untuk album penuh ini. Istilah Supernova merujuk pada ledakan besar bintang di ruang angkasa yang memancarkan cahaya cemerlang, menciptakan bintang dan planet baru. "Analogi tersebut menggambarkan harapan besar dari album ini untuk menjadi sebuah ledakan masif untuk industri musik", terang Bonny Anggawijaya.

Supernova bukanlah sekedar album musik biasa, melainkan rangkuman perjalanan panjang para personel Gaduh dalam bermusik. Melalui album ini, mereka mengajak pendengar untuk menyelami pesan yang terkandung dalam lirik-liriknya."Bagi kami bertiga Supernova sangat istimewa, penuh makna dan filosofi mendalam maka layak disematkan sebagai judul album", tambah Wijaya Kusuma.

Sejak 8 Februari 2025, album perdana dari Gaduh yang berjudul Supernova telah diedarkan Rockland Records (label yang menaungi Gaduh) ke berbagai layanan DSPs pada umumnya seperti Spotify. "Luapan energi dan semangat yang berlimpah dari album Supernova semoga dapat tersampaikan dengan baik kepada semua penikmat musik", tutup Choirul Anwar "Ilunk".