Buat yang sering lihat kontrak konser atau pernah ngurus event musik, pasti pernah dengar istilah rider band. Isinya bisa macam-macam: dari air mineral, makanan, sampai permintaan yang kadang terasa nyeleneh.

Ada band yang minta buah tertentu, ada yang minta ruangan khusus, bahkan ada juga yang terkenal dengan permintaan super spesifik. Tapi sebenarnya, dari mana sih konsep rider band ini muncul?

Ternyata awalnya bukan buat gaya-gayaan. Justru lahir dari kebutuhan teknis yang cukup serius.

 

Awalnya dari Kontrak Teknis Konser

Istilah rider sebenarnya berasal dari dunia kontrak pertunjukan. Dalam kontrak konser, ada dokumen tambahan yang disebut technical rider atau hospitality rider.

Isinya adalah daftar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh promotor atau penyelenggara acara. Tujuannya simpel: memastikan konser berjalan lancar.

Misalnya kebutuhan sound system tertentu, ukuran panggung, jumlah monitor, sampai pencahayaan. Semua itu ditulis detail supaya tidak ada kesalahan saat hari H.

Jadi awalnya rider lebih ke urusan teknis, bukan daftar keinginan aneh-aneh.

 

Ketika Rider Mulai Berisi Kebutuhan Personal

Seiring berkembangnya industri musik, rider mulai berkembang bukan cuma soal teknis panggung.

Musisi yang sedang tur biasanya tampil hampir setiap hari di kota yang berbeda. Karena jadwalnya padat dan melelahkan, mereka juga mulai menambahkan kebutuhan pribadi di dalam rider.

Mulai dari makanan, minuman, handuk, ruang istirahat, sampai hal-hal kecil yang membantu mereka tetap nyaman sebelum tampil.

Dari sinilah muncul istilah hospitality rider, yaitu bagian rider yang berisi kebutuhan personal band.

 

Kisah Legendaris Brown M&M’s

Salah satu cerita rider paling terkenal datang dari band rock legendaris Van Halen.

Di tahun 1980-an, mereka menulis permintaan yang terdengar aneh: semangkuk permen M&M’s, tapi semua yang berwarna coklat harus dihilangkan.

Banyak orang mengira itu cuma permintaan diva dari band besar. Tapi sebenarnya ada alasan penting di baliknya.

Menurut vokalis mereka, David Lee Roth, permintaan itu sengaja dibuat sebagai “tes kecil” untuk promotor. Kalau promotor memperhatikan detail kecil seperti itu, berarti mereka kemungkinan juga membaca dengan teliti semua bagian teknis rider yang jauh lebih penting.

Kalau permintaan kecil saja diabaikan, bisa jadi ada risiko kesalahan besar pada instalasi panggung atau listrik yang justru berbahaya.

 

Dari Kebutuhan Teknis Jadi Budaya Industri Musik

Sejak saat itu, rider band jadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia konser. Setiap band biasanya punya rider sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Ada yang sederhana, hanya meminta minuman dan snack. Ada juga yang panjang, sampai mencakup detail makanan, dekorasi ruangan, bahkan jenis sofa yang digunakan.

Walaupun kadang terlihat berlebihan, sebenarnya rider tetap punya fungsi utama: memastikan musisi bisa tampil dalam kondisi terbaik.

 

Rider Bukan Sebatas Permintaan

Di balik semua cerita rider yang terdengar lucu atau nyeleneh, sebenarnya ada logika yang cukup masuk akal.

Musisi yang sedang tur biasanya menjalani jadwal yang padat dan melelahkan. Rider membantu memastikan mereka punya kebutuhan dasar yang terpenuhi sebelum naik panggung.

Jadi kalau suatu hari kamu melihat rider band yang panjang atau aneh, kemungkinan besar itu bukan cuma soal gaya. Bisa jadi itu cara mereka memastikan semuanya berjalan sesuai rencana saat konser dimulai.

GASS PANTENGIN TERUS DCDC.ID, KARENA KITA BAKALAN SPILL INFO SERU LAINNYA!