Dulu banyak musisi bermimpi punya band sendiri, bikin lagu, lalu tur keliling kota. Tapi belakangan ini ada satu jalur karier lain yang mulai dilirik banyak pemain musik: jadi additional player.

Buat yang belum terlalu familiar, additional player adalah musisi yang direkrut untuk membantu sebuah band atau artis saat manggung atau tur. Mereka bukan personel tetap, tapi justru perannya sering sangat penting di atas panggung.

Menariknya, sekarang profesi ini mulai dianggap sebagai salah satu “job idaman” di dunia musik.

 

Cuan Lebih Stabil

Salah satu alasan kenapa banyak musisi tertarik jadi additional player adalah soal pemasukan.

Kalau lo punya band sendiri, pemasukan kadang naik turun tergantung jadwal manggung atau proyek yang sedang jalan. Tapi sebagai additional player, lo bisa bermain untuk beberapa artis atau proyek berbeda.

Artinya peluang manggung lebih sering terbuka, dan pemasukan juga bisa terasa lebih stabil.

 

Minim Drama Internal Band

Siapa pun yang pernah punya band pasti tahu kalau dinamika internal kadang bisa cukup rumit. Mulai dari perbedaan visi musik, jadwal latihan yang bentrok, sampai urusan ego masing-masing personel.

Sebagai additional player, lo biasanya datang untuk satu tugas yang jelas: membantu performa di panggung. Setelah show selesai, urusan internal band bukan lagi tanggung jawab lo.

Banyak musisi merasa model kerja seperti ini jauh lebih praktis dan minim drama.

 

Sering Tampil di Panggung Besar

Keuntungan lain yang sering bikin profesi ini menarik adalah kesempatan tampil di panggung besar.

Karena bekerja bersama artis atau band yang sudah punya basis penonton, additional player sering ikut tampil di festival besar, konser skala besar, atau tur antar kota.

Buat musisi, pengalaman seperti ini sangat berharga karena jam terbang di panggung otomatis meningkat.

 

Relasi dengan Musisi Papan Atas

Dunia musik sangat dipengaruhi oleh jaringan pertemanan dan kerja sama.

Ketika lo sering bekerja sebagai additional player, kesempatan bertemu dengan musisi lain juga semakin terbuka. Dari situ biasanya muncul relasi baru yang bisa membawa proyek atau kolaborasi berikutnya.

Tidak sedikit musisi yang akhirnya dikenal luas karena sering tampil membantu berbagai artis.

 

Skill Harus Fleksibel

Tentu saja semua keuntungan itu datang dengan tuntutan yang cukup tinggi.

Additional player biasanya harus siap memainkan berbagai genre musik. Hari ini bisa saja main pop, minggu depan ikut proyek rock, lalu minggu berikutnya tampil di acara yang lebih jazzy atau akustik.

Artinya kemampuan adaptasi harus benar-benar kuat.

 

Bebas Lompat Proyek

Hal lain yang membuat profesi ini menarik adalah kebebasan bergerak.

Berbeda dengan band yang biasanya terikat kontrak label atau satu proyek besar, additional player cenderung lebih fleksibel. Lo bisa berpindah dari satu proyek ke proyek lain selama jadwalnya tidak bentrok.

Buat banyak musisi, pola kerja seperti ini terasa lebih dinamis sekaligus membuka peluang pemasukan yang lebih luas.

 

Profesi yang Makin Dilirik

Di era sekarang, jalur karier di dunia musik memang tidak lagi satu arah. Selain membangun band sendiri, menjadi additional player juga bisa jadi pilihan yang menjanjikan.

Dengan jam terbang tinggi, relasi yang luas, dan peluang manggung yang terus terbuka, tidak heran kalau semakin banyak musisi yang mulai melihat profesi ini sebagai salah satu jalan karier paling menarik di industri musik saat ini.

SETUJU ADDITIONAL PLAYER JADI JOB IDAMAN? ATAU ADA OPINI LAIN? KOMEN YA!