Perjalanan musik Jason Ranti adalah perjalanan eksplorasi dan keberanian dalam berkarya. Dari punk hingga folk, dari perlawanan lantang hingga kritik yang disampaikan dengan santai, ia tetap menjadi musisi yang otentik

Jason Ranti, atau yang akrab disapa Jeje, adalah salah satu musisi folk Indonesia yang dikenal dengan lirik-liriknya yang unik, satir, dan penuh kritik sosial. Perjalanan musiknya tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Punk Rock hingga akhirnya menemukan gaya khasnya di ranah Folk eksperimental.

Sebelum dikenal sebagai musisi solo, Jason Ranti sempat menjadi bagian dari band punk bernama "Pemandangan". Band ini mengusung musik cadas dengan lirik-lirik yang penuh semangat perlawanan. Namun, seiring berjalannya waktu, Jeje mulai merasa lebih nyaman menyampaikan pesan-pesannya secara personal melalui musik folk.

Pada tahun 2017, Jason Ranti merilis album perdananya yang bertajuk Akibat Pergaulan Blues. Album ini menjadi titik balik dalam karier musiknya, dengan lirik-lirik yang penuh humor dan kritik sosial yang tajam. Lagu-lagu seperti "Doa Sejuta Umat" dan "Patah Hati di Jalan Lurus" menjadi bukti bagaimana ia mengolah tema-tema kehidupan sehari-hari dengan pendekatan yang unik.

Jason Ranti memiliki gaya bermusik yang khas: hanya dengan gitar dan harmonika, ia mampu menciptakan lagu-lagu yang menggugah dan menggelitik. Lirik-liriknya sering kali terdengar nyeleneh tetapi sarat makna, mengangkat isu-isu sosial, politik, hingga pengalaman pribadi dengan cara yang santai dan jenaka.

Setelah sukses dengan album pertamanya, ia kembali dengan album kedua bertajuk Sekilas Info pada tahun 2019. Album ini tetap mempertahankan karakter khasnya, dengan lagu-lagu yang lebih matang secara musikal maupun lirik. Lagu seperti "Suci Maksimal" dan "Bahaya Komunis" menunjukkan bagaimana Jeje semakin tajam dalam menyampaikan kritiknya terhadap kondisi sosial dan politik di Indonesia.

Jason Ranti bukan hanya sekadar musisi, tetapi juga seorang storyteller yang membawa perspektif berbeda dalam dunia musik Indonesia. Gaya bermusiknya yang bebas dan liriknya yang jujur membuatnya menjadi salah satu ikon musik indie yang dihormati. Ia membuktikan bahwa musik tidak harus dibuat dengan aransemen yang kompleks untuk bisa berbicara banyak kepada pendengarnya.

Di tahun 2025 ini, perjalanan musik Jason Ranti semakin menarik, di mana bersama Iksan Skuter dan Bagus Dwi Danto, mereka sepakat untuk membangun proyek trio bernama Trio Lesehan. Grup ini sukses mencuri atensi penikmat musik Folk Indonesia, terlebih ketiganya sudah memiliki basis penggemar yang besar. “Siapa yang Tak Pernah” menjadi debut single dari trio ini, dan dalam gelaran safari Ramadhan DCDC (DCDC Ngabuburit 2025 dan DCDC SOUL & VIBES OF RAMADHAN) mereka sukses tampil yang disambut antusias penonton di setiap kota.

Perjalanan musik Jason Ranti adalah perjalanan eksplorasi dan keberanian dalam berkarya. Dari punk hingga folk, dari perlawanan lantang hingga kritik yang disampaikan dengan santai, ia tetap menjadi musisi yang otentik. Dengan gaya dan pesan yang khas, Jason Ranti akan terus menjadi suara yang unik dalam lanskap musik Indonesia.