Sumber foto : Diambil dari rilisan pers GADUH

Dengan riff gitar yang heavy, ditopang oleh dentum bass dan pukulan drum yang kokoh, Gaduh menyuguhkan atmosfer yang penuh semangat dan determinasi

Terbentuk sejak tahun 2019 di Kota Bogor, Gaduh adalah salah satu unit alternative rock yang tergabung dengan DCDC SHOUT OUT!. Dengan formasi trio yang dipunggawai Wijaya Kusuma (vokal, gitar), Choirul Anwar “llunk” (bass), dan Bonny Anggawijaya (drum), Gaduh membawa beragam pengaruh musik ke dalam setiap karya yang disajikan.

Baru-baru ini, Gaduh telah menuntaskan album perdana berjudul Supernova, yang dirilis awal bulan Februari kemarin. Dirangkum oleh 10 materi lagu di dalamnya, salah satu track berjudul “Gaza Menyala” menjadi nomor penting yang mereka usung sebagai single dan telah dilengkapi dengan video musik.

“Gaza Menyala” adalah sebuah pernyataan tegas dan sikap solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina. Melalui lirik yang menyayat, dan musik enerjik yang merangsak ke dalamnya, lagu ini mengajak para pendengar untuk turut merasakan penderitaan yang dialami oleh masyarakat Gaza akibat agresi zionis Israel.

“Kami ingin suara kami didengar dan aksi kami berdampak,” ujar Wijaya Kusuma, vokalis sekaligus gitaris Gaduh. “Melalui ‘Gaza Menyala’, kami berharap dapat menyuarakan keprihatinan kami terhadap situasi di Gaza dan menginspirasi orang lain untuk turut serta dalam perjuangan kemanusiaan ini.”.

Berbicara tentang tema kemanusiaan, “Gaza Menyala” menghadirkan musik dengan berbagai unsur, mulai dari alternative rock, groove metal, hardcore punk, hingga hip-hop. Dengan riff gitar yang heavy, ditopang oleh dentum bass dan pukulan drum yang kokoh, Gaduh menyuguhkan atmosfer yang penuh semangat dan determinasi, menggambarkan energi besar untuk mendukung penuh aksi solidaritas terhadap rakyat Palestina. Lirik yang disampaikan dengan lantang pun menyampaikan harapan akan kebebasan dari jerat konflik.

Pun dengan suguhan visual yang Gaduh hadirkan dalam video musik mereka. Secara efektif dan simbolis, visual “Gaza Menyala” menghadirkan aksi teatrikal dari sosok hitam antagonis yang terus berusaha membuat kekacauan. Gaya berpakaian di medan tempur yang dikenakan tiga personil dalam video musik “Gaza Menyala”, menjadi gambaran aksi militan dalam lagu ini.

Dalam produksinya, “Gaza Menyala” diproduseri langsung oleh Choirul Anwar ‘llunk’, direkam dan diselesaikan proses mixing, dan mastering di Studio Nirwanaland, Puncak, Bogor, oleh Opus. Beberapa minggu lalu video musik dari lagu ini telah tayang pada kanal YouTube Gaduh, dan bisa disimak melalui tautan di bawah ini.

“Kami sangat bangga dengan hasil akhir dari ‘Gaza Menyala’,” ujar Choirul Anwar. “Lagu ini adalah hasil kerja keras kami bertiga dan kami berharap dapat diterima dengan baik oleh para pendengar.” tutupnya.