Belakangan ini lo pasti ngerasa satu hal yang sama: lagu-lagu Jepang jadul tiba-tiba muncul di mana-mana. Dari TikTok, YouTube, sampai playlist random yang lo putar tengah malam. Aneh? Nggak juga. Karena ini bukan kejadian kebetulan.
Fenomena ini berakar dari satu genre yang lagi naik daun lagi: City Pop. Musik yang lahir di Jepang era 80-an ini punya vibe yang langsung kena di telinga generasi sekarang.
Kenapa bisa gitu?
Balik dulu ke masa asalnya. City Pop muncul di era bubble economy Jepang, sebuah periode di mana ekonomi lagi gila-gilaan naik. Orang-orang punya duit, gaya hidup meningkat, dan semuanya terasa “glossy”. Energi itu kebawa ke musik.
Makanya, karakter City Pop itu khas banget.
Ringan, funky, penuh groove, dan seringkali bikin lo ngerasa kayak lagi nyetir di pinggir pantai pas sunset. Ada nuansa optimis yang susah ditolak, bahkan buat yang nggak ngerti liriknya sekalipun.
Terus, kenapa sekarang viral lagi?
Jawabannya simpel tapi powerful: algoritma. Platform kayak YouTube mulai “menggali ulang” lagu-lagu lama dan nyodorin ke audiens global. Banyak orang nemu City Pop bukan karena nyari, tapi karena “dikasih” sama sistem rekomendasi.
Dari situ, efek domino mulai jalan.
Satu orang denger, share, masuk playlist, dipakai konten, dan BOOM… viral tanpa promo besar-besaran. Bahkan beberapa lagu yang dulu cuma populer di Jepang, sekarang punya fanbase internasional.
Ini bukti kalau musik bagus nggak kenal waktu. Kadang cuma butuh momen dan medium yang tepat buat naik lagi ke permukaan.
Dan kalau lo baru masuk ke dunia ini, siap-siap ketagihan. Karena sekali masuk rabbit hole City Pop, susah buat keluar.
PANTENGIN TERUS DCDC.ID KARENA KITA BAKALAN BEDAH SALAH SATU LAGU CITY POP JEPANG, STAY TUNED!