Menunggu waktu berbuka puasa biasanya identik dengan aktivitas santai seperti nongkrong, jalan sore, atau sekadar ngobrol bareng teman. Namun lewat rangkaian DCDC Ngabuburit Campus 2026, momen ngabuburit berubah jadi pengalaman yang lebih seru. Event ini menghadirkan kombinasi live music, diskusi santai, hingga interaksi langsung antara musisi dan audiens, menjadikan suasana sore Ramadan terasa lebih hidup.

Diselenggarakan mulai 24 Februari hingga 4 Maret 2026, program ini menyambangi sejumlah kota seperti Serang, Pamulang, Sukabumi, dan Bandung. Setiap kota menghadirkan atmosfer yang berbeda, namun tetap dengan semangat yang sama: merayakan musik dan kebersamaan anak kampus sambil menunggu waktu berbuka.

 

Ngabuburit dengan Nuansa Festival Mini

Sejak sore hari, area venue sudah mulai dipadati mahasiswa dan komunitas lokal. Mereka datang berkelompok, ada yang langsung mendekat ke area panggung, ada juga yang memilih duduk santai sambil menikmati suasana.

Ketika musik mulai dimainkan, energi audiens langsung terasa meningkat. Sorakan penonton, tepuk tangan, hingga momen bernyanyi bersama menciptakan suasana yang hangat sekaligus meriah. Banyak yang memanfaatkan momen ini sebagai ajang berkumpul dengan teman-teman sambil menikmati penampilan para musisi.

Atmosfer yang tercipta terasa seperti festival musik dalam skala yang lebih dekat dan akrab, di mana jarak antara penonton dan musisi terasa begitu cair. Bukan cuma itu, para penonton duduk rapi selama acara berlangsung, dan konsep ini menjadi ciri khas yang selalu hadir di acara DCDC Ngabuburit Campus 2026.

 

Games Unik Penuh Antusias

Keseruan dalam DCDC Ngabuburit 2026 tercipta bukan hanya dari musik. Games-games unik ala DCDC hadir menembalkan nuansa kebersamaan. Mulai dari Cerdas Cermat yang berisi pertanyaan-pertanyaan ‘di luar nalar’, kemudian Extra Padel yang mengharuskan peserta games juggling bola segitiga menggunakan raket Padel, hingga Geprek Bebek yang berhasil membuat penonton ikut geregetan.

 

Berbagi Kebaikan Melalui Social Invesment

Di samping keseruan DCDC Ngabuburit Campus 2026, terdapat sebuah aksi sosial yang dilakukan di sela-sela acara, yaitu Social Investment. Dalam Social Invesment ini, DCDC memberikan kebaikan dengan memfasilitasi apa yang dibutuhkan oleh masjid di sekitar lokasi area berlangsung. Tentunya ini menjadi aksi yang terus dilakukan oleh DCDC di setiap event bulan Ramadan.

 

Musisi dengan Warna Beragam

Panggung DCDC Ngabuburit Campus 2026 diisi oleh sejumlah musisi dengan karakter yang berbeda-beda. Kolaborasi menarik hadir dari Jason Ranti bersama Dongker, yang sukses memancing antusiasme penonton. Kemudian Slendang Pita tampil perdana lewat musiknya yang penuh dinamika, dan berhasil menarik perhatian setiap penonton yang hadir.

Selain itu, ada juga penampilan dari Iksan Skuter, yang membawakan lagu-lagu dengan nuansa folk yang kuat dan penuh cerita. Superiots dengan penampilannya yang enerjik, dan sukses mengajak audiens sing a long, hingga After Sunset yang sukses tampil memukau lewat musik ‘indies’-nya.

 

Sidang SebArt

Tak hanya musik, sesi obrolan santai juga menjadi bagian dari acara melalui kehadiran sesi terbaru, yaitu Sidang SebArt. Di sini DCDC 4 Presiden yang digawangi oleh Pidi Baiq, Budi Dalton, Denny Chandra, dan Zastrouw Al Ngatawi, melayangkan berbagai macam pertanyaan kepada peserta sidang, yaitu UKM seni yang ada di tempat diselenggarakannya acara. Sesi ini menghadirkan diskusi ringan yang seringkali diselingi humor spontan, membuat suasana semakin cair.

 

Keseruan di Setiap Kota

Serang menjadi salah satu titik awal penyelenggaraan acara ini. Digelar pada 24 Februari 2026, Universitas Faletehan dipilih sebagai tempat acara berlansung/ Antusiasme mahasiswa dan komunitas lokal sudah terlihat sejak awal acara, dengan area venue yang cepat dipenuhi penonton. Jengkol N Friends bertugas sebagai band tuan rumah, dengan musik pop punk-nya yang seru. Kemudian UKM Binangkit muncul sebagai peserta Sidang SebArt, dengan menampilkan tarian tradisional.

Di Pamulang, acara berlangsung pada tanggal 25 Februari 2026 di Pamulang Square. Sejak sore hari, penonton sudah memadati area pertunjukan untuk menikmati musik sambil menunggu waktu berbuka. Di sini, Niddle Band menjadi ‘local heroes’ yang berhasil tampil maksimal. Serta untuk sidang SebArt, UKM Teater Lonceng menampilkan pertunjukan teaternya yang sarat makna.

Sementara di Sukabumi, suasana terasa lebih intim dengan banyaknya komunitas lokal yang ikut meramaikan acara. Digelar di area parkir Grand Sulanjana pada 3 Maret 2026, interaksi antara musisi dan penonton terasa sangat dekat, membuat acara terasa seperti pertemuan komunitas besar. Where It Space muncul sebagai ‘band tuan rumah’ dalam acara ini, dan menampilkan musik post-rock yang unik. Teater LISENSI di sini bertugas sebagai peserta Sidang SebArt, yang menampilkan pertunjukan kabaret.

Rangkaian event kemudian berlanjut ke Bandung, yang menjadi salah satu titik paling ramai. Acara digelar pada 4 Maret 2026, di area parkir Kampus 2 UIN Sunan Gunung Djati, dan berhasil menarik banyak mahasiswa serta komunitas kreatif kota Bandung. Sidang SebArt di kota terakhir ini diisi oleh UKM Teater Awal Bandung, yang menampilkan pertunjukan musikalisasi puisi dan aksi teatrikal.

 

Ruang Bertemu Musik dan Komunitas

Lebih dari sekadar konser, DCDC Ngabuburit Campus 2026 menjadi ruang pertemuan bagi musisi, mahasiswa, dan berbagai komunitas kreatif. Banyak momen spontan yang tercipta, mulai dari obrolan santai di tengah keramaian hingga kebersamaan saat waktu berbuka tiba.

Atmosfer hangat dan penuh energi ini menjadi alasan mengapa DCDC Ngabuburit Campus selalu dinantikan setiap tahun. Karena di sini, ngabuburit bukan hanya tentang menunggu adzan maghrib, tetapi juga tentang menikmati musik, berbagi cerita, dan merayakan kebersamaan.