Kamis (24/9), DCDC Pengadilan Musik edisi ke-66 kembali ke hadapan publik dengan menyeret duo alternatif Biru Baru ke kursi terdakwa persidangan. Goldan dan Tata dipaksa hadir untuk mempertanggungjawabkan katalog musik mereka yang sukses "meracuni" telinga banyak pendengar di hadapan para perangkat persidangan, disaksikan langsung oleh Coklat Friends yang hadir di ruang sidang.

Jalannya sidang dibuka dan ditutup oleh Eddi Brokoli sang Panitera, yang selalu gigih meluruskan alur perdebatan tiap kali obrolan mulai melenceng dari alur. Di kursi pimpinan, Yang Mulia Hakim Denny Chandra memimpin dengan gaya andalannya yang "bijak sana dan bijak sini". Terdakwa sendiri dikawal oleh duo Pengacara Rully Cikapundung dan Yoga PHB. Pembelaan mereka memang sering melantur kesana-kemari, tapi ajaibnya selalu relevan menangkis tuntutan dan sukses mengocok perut seisi ruangan.

Berhadapan dengan duo Jaksa Penuntut Budi Dalton dan Pidi Baiq, proses pendewasaan Biru Baru dikuliti habis. Berproses selayaknya musisi lain, Goldan dan Tata mengawali alur bermusiknya dari ruang kecil yang mencoba berbagai kemungkinan melalui jamming dan aransemen ulang rilisan-rilisan milik musisi lain. Chemistry mereka tumbuh organik hingga nama "Biru Baru" tercetus spontan. Jaksa juga membedah estetika nomor andalan seperti “Kalah Lagi” dan “Senin di Stasiun” lewat sudut pandang kritis nan jenaka, membongkar sisi karya yang jarang terungkap ke publik.

Fakta menarik lainnya terungkap saat membahas rilisnya album penuh self-titled pada awal 2026. Album ini lahir setahun setelah rilisnya album Biru, mewujudkan ambisi mereka untuk memiliki album bernama sendiri, layaknya musisi/band idola lainnya. Pembuktian Terdakwa nyatanya sangat valid—album ini sukses melebarkan spektrum pendengar baru sekaligus mengantarkan Biru Baru meraih nominasi bergengsi AMI Awards 2026 untuk kategori Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik.

Setelah adu argumen yang intens dan absurd, Hakim akhirnya memutus Biru Baru bebas dari segala tuntutan! Sebagai bentuk perayaan atas kebebasan tersebut, Goldan, Tata beserta player yang lain menutup malam dengan penampilan live yang sangat solid, enerjik, membius seluruh audiens yang hadir tanpa sekat. 

Buat kalian yang penasaran dengan keseruan adu argumen lengkap dan fakta-fakta lain yang terungkap, langsung tonton videonya di kanal YouTube DCDC. Jangan lupa drop pendapat kalian di kolom komentar, subscribe, dan pantau terus semua akun media sosial DCDC. Sampai jumpa di Pengadilan Musik edisi berikutnya!